Bahagia dengan Ujian Hidup
Ketahuilah sahabat GvR
Ujian hidup itu sama sekali tidak berbahaya
Siswa yang mau naik kelas, selalu diuji. ujian itu tidak berbahaya, karena ujian itu untuk peningkatan kualitas hidupnya.
Yang paling berbahaya bukan ujiannya tapi kita salah dalam menyikapi ujian.
Ujian sakit tidak berbahaya, tapi yang berbahaya adalah salah menyikapi sakit.
Bangkrut atau jatuh miskin tidak berbahaya, tapi yang berbahaya adalah salah menyikapi bangkrut atau kemiskinan.
Susah jodoh itu tidak berbahaya, yang berbahaya itu adalah salah menyikapi hidup ketika susah jodoh.
Ujian itu sesungguhnya untuk meningkatkan kualitas diri, bukan untuk memperburuk kualitas diri.
Nah, ujian disebut berbahaya adalah ujian yang menyebabkan kita lupa pada Allah.
Biasanya kalau saya amati, orang lebih banyak yang jatuh karena ujian kelapangan dibanding ujian penderitaan.
Orang yang diuji dengan kelapangan suka lupa pada Allah.
Cobalah sahabat GvR dipuji oleh orang lain. pujian itu biasanya suka menjadikan lupa pada Allah. malah kita yang jadi bangga. dan kita sangat ingin mempertahankan pujian itu.
Banyak yang tidak lulus diuji dengan kelapangan seperti banyak harta atau jabatan. dia kemudia terlena dengan hartanya. tidak mau zakat tidak, mau shadaqah, tidak mau peduli sama fakir miskin.
Muka cantik dan ganteng juga ujian. jangan terlena hingga lupa pada Allah.
Kecerdasan, kepintaran juga ujian. kita suka lupa bahwa seakan akan itu bukan dari Allah tapi dari kita.
Ketika menjadi pejabat, dia tidak suka kalau tidak dipuji. baginya pujian adalah segalanya. padahal itu mutlak milik Allah.
Strata sekolah yang tinggi juga ujian, jangan sampai jadi sombong dan bangga, karena itu ujian. apalah artinya jika tidak ada dukungan dari Allah. Allah tinggal ambil satu sel memori, maka ia akan pikun.
Maka hati hatilah dengan ujian yang berbentuk kelapangan maupun penderitaan.
Kita harus siap dengan segala macam ujian.

